• Jl. Panglima Batur Barat
  • (0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
      • Standar Pelayanan Publik
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Rencana Strategis
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Leaflet/Brosur
    • Prosiding/Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Deregulasi Kebijakan
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
    • Whistleblower's System
Thumb
11 dilihat       15 Maret 2026

Hadapi Kemarau Lebih Awal, Kementan Dorong Pemanfaatan Varietas Padi Adaptif

 

JAKARTA — Kementerian Pertanian mendorong petani memanfaatkan varietas padi adaptif guna mengantisipasi potensi kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipatif, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

Selain itu, Kementan juga mendorong optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi, dan perpipaan, serta percepatan tanam di berbagai sentra produksi.

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Mentan Amran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat, antara lain sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah menghasilkan berbagai varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kekeringan. Varietas tersebut dirakit agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas sekaligus memiliki umur panen yang relatif singkat.

“Varietas padi tahan cekaman kekeringan seperti Inpari 38 hingga Inpari 46, serta varietas padi gogo kelompok Inpago dirancang agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas. Selain itu, terdapat pula varietas genjah seperti Padjadjaran dan Cakrabuana yang dapat dipanen lebih cepat sehingga membantu tanaman menghindari periode kekeringan,” jelas Fadjry.

Ia menambahkan, pemanfaatan varietas adaptif tersebut menjadi bagian dari strategi teknologi untuk memperkuat ketahanan sistem produksi padi di tengah dinamika iklim.

“Kami mendorong pemanfaatan varietas unggul tahan kekeringan ini secara lebih luas, khususnya di wilayah rawan kekeringan atau sawah tadah hujan, sehingga produksi padi nasional tetap terjaga dan ketahanan pangan dapat terus diperkuat,” tegasnya.

Kementerian Pertanian melalui BRMP terus memperkuat pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim, termasuk melalui pengembangan varietas unggul adaptif serta penerapan teknologi budidaya yang tepat di tingkat petani.

Prev Next

- BSIP Kalimantan Selatan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Kalimantan Selatan Gelar Rakor Penyuluh untuk Akselerasi Program Kementerian Pertanian
    13 Mar 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    Panen Perdana Padi di Lokasi Cetak Sawah Rakyat Tabalong, Dorong Ketahanan Pangan
    12 Mar 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    Kalimantan Selatan Akselerasi Program Cetak Sawah Rakyat 2026
    07 Mar 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    Komitmen BRMP Kalimantan Selatan dalam Menjadi Instansi Pemerintah yang Lebih Informatif
    06 Mar 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan

tags

Swasembada Beras agromodern

Kontak

(0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
(0511) 4781810
[email protected]

Jl. Panglima Batur Barat No. 4 Banjarbaru
Kel. Mentaos, Kec. Banjarbaru Utara
Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan
Indonesia
70714

© 2025 - 2026 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan. All Right Reserved